Sebuah Kisah Klasik Praktikum Fisika yang Asyik
Iseng korek-korek lagi tulisan-tulisan di folder dokumen komputer gw.
Nemu puisi ini. Jadi inget ketika dulu. Rindu.
Semester-semester awal di STT Telkom. Di praktikum akhir Fisika.
Di pagi dingin itu gw terbangun. Teringat belum bikin TP.
TP terakhir cuman bikin feed back. Bingung bikin apa.
Dengan mata berat karena maksa buat bangun, jadilah sebuah feed back.
Salah satunya adalah puisi. Kurang lebih isinya seperti ini.
* * *
Di suatu pagi yang indah sekali
Weker jahat telah berbunyi
Namun aku tak mau ambil peduli
Kulemparkan ia ke dalam lemari
Dan kurapatkan selimutku lagi
Tetapi…
Kata hati memaki-maki
Mengingatkan kewajiban yang harus kujalani
Praktikum Fisika di pagi hari
Oh sedihnya hati ini
Bergegas kupergi karena tak sempat mandi
Menuju lab Fisika yang telah menanti
Dengan sebuah modul di tangan
Dan memakai jas biru yang menawan
Kuberjalan sambil memasang wajah tampan
Dengan gaya seorang pria masa depan
Di depan pintu
Asisten telah menunggu
Lalu tersenyum memandangku… dan terus memandangku
Oh… Aku menjadi tersipu malu
Kupikir ia terpana akan diriku
Tapi… Setelah kutahu
Ternyata aku lupa memakai baju
Setelah aku kembali
Asisten pun tersenyum penuh arti
Diberinya aku tes awal yang susahnya setengah mati
Namun tetap kukerjakan dengan senang hati
Asisten-asistenku yang keren
Yang lebih keren dari Supermen
Ajarilah kami dengan telaten
Agar menjadi mahasiwa yang paten
Oh akang dan teteh asistenku
Tahukah dirimu
Bahwa jauh di dalam lubuk hatiku
Ingin kuterbang ke langit biru
Untuk melukis wajahmu di situ
Sebagai ucapan tanda terima kasihku
Bandung, November 2001