Hoax
Kita tentunya pernah mendapatkan message dari seorang teman, yang merupakan forward message. Isinya biasanya diawali dengan "Original message from …". Terus di bawahnya juga ada lagi "Original message from …". Jadi males kalau begitu. Hoax deh ini. Gw sebenarnya nggak suka membaca, mengomentari, apalagi ikut-ikutan memforward yang kayak beginian. Mending dihapus aja. Masa bodoh. Karena hampir dapat dipastikan semuanya merupakan hoax atau tipu-tipu dan kabar bohong yang menyesatkan.
Banyak memang orang-orang yang sering ikut-ikutan untuk memforward message-message seperti ini. Karena berdasarkan sifatnya, hoax memang seperti itu. Memanfaatkan niat baik orang-orang yang dikirimi. Dan yang penting di sana terdapat anjuran untuk memforward message tersebut ke orang lain. Membuat lalu lintas data di internet ini menjadi padat, macet, penuh. Membahayakan jika disikapi tanpa menyelidikinya lebih lanjut. Dan biasanya isinya ga jauh-jauh dari berita yang tidak jelas sumbernya, bisa isu virus, minta bantuan, tawaran hadiah, mempererat persahabatan, penipuan, atau yang lainnya.
Coba bayangkan, contoh kasus yang mempererat persahabatan. Misalnya ada message yang kurang lebih berisi seperti ini. "Persahabatan adalah bla bla bla bla … dan seterusnya". Terakhir diikuti dengan kalimat "Kirimkan message ini minimal kepada 10 orang teman Anda. Jika tidak Anda lakukan, itu berarti Anda sudah mencoba melupakan teman-teman Anda."
Bah… Aturan dari mana itu ya? Kalau gw tidak memperdulikannya, itu berarti gw telah melupakan teman-teman gw?
Itu mungkin salah satu contoh yang tidak begitu keterlaluan. Bagaimana kalau hoax yang dikirim itu berisi pesan-pesan yang mengadu domba, memecah belah, membuat panik, menipu, atau malah bisa menimbulkan hal-hal yang fatal? Bisa kacau balau nih kita.
Tapi anehnya, sampai saat ini, yang mengirimnya, yang menerimanya, yang udah kenal internet, yang udah melek ama internet sedemikian lama, masih banyak juga orang-orang atau teman-teman kita menuruti isi dari hoax tersebut. Entahlah. Apakah karena tidak tahu, ataukah hanya sekedar iseng. Tau lah.
Menurut gw pribadi, sah-sah aja dan boleh-boleh aja kita saling mengingatkan. Bagus lagi kalau seperti itu. Tapi jika hal tersebut dilakukan dengan menyebarkan isu yang isinya tidak jelas dan bahkan menyesatkan, tentu itu tidak baik. Malah bisa berbahaya. Dan alangkah baiknya jika kita menerima message-message seperti itu, kita tidak langsung cepat-cepat memforwardnya lagi. Lebih baik kita selidiki dulu kebenarannya. Dipikirkan dengan jernih. Sejernih embun pagi di pucuk dedaunan. Wuih… Hahaha…
Btw, jadi nggak enak juga gw nih, yang nggak membalas message-message seperti itu (terutama yang mengatakan, sudah melupakan teman jika nggak memforwardnya lagi). Sori ya friend, nggak gw bales. Bukannya berniat untuk melupakan teman. Hehehe… Dan bukan pula kenapa-kenapa. Pusing gw, nggak berguna dan menuh-menuhin inbox aja message-message ga jelas itu.
Hehehe… Walaupun hoax rada basi bagi yang udah tau, gw harap semoga bisa diambil manfaatnya. Peace!!!
Bandung, Desember 2006
December 12th, 2006 at 1:54 am
“Kalau gw tidak memperdulikannya, itu berarti gw telah melupakan teman-teman gw?”
Ga donk!!
Yeah!!
Setuju ama gejor!!
PS: tips “web.id” udah dicoba belom?
–
Iman
http://mbu.web.id/
December 12th, 2006 at 2:19 am
Waduh…
Perasaan baru aja nih nulis, udah dikomentari ama Iman.
Hehehe… Iman bener2 bloger sejati… blog kamu mantap Man…
Iya, udah… Lagi nunggu approve dari Depkominfo nih… Thanks ya…
December 14th, 2006 at 4:03 pm
Gw jadi ngerti maksud lo tentang Hoax, udah sekarang kalo ada hoax lagi lo anggap spam aja toh selama ini gak pernah lo baca kan tuh message, jadi spam, di delete aja…
December 14th, 2006 at 6:15 pm
Loh? Kok spam Tong?
Ya ada perbedaannya…
Klo hoax bersifat ke berita ga jelas atw bohong yang meminta diforward lagi.
Sedangkan spam lebih bersifat ke iklan atau promosi yang masuk.
Atau supaya lebih jelas, bagaimana kalau kita buka wikipedia?
Hoax :
http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax
Spam :
http://en.wikipedia.org/wiki/Spam_%28electronic%29