Musim Kemarau Kering, Musim Hujan Banjir

    Di suatu pagi, di sudut kota, di kala gerimis mengundang (kok seperti judul lagu band dari Malaysia ya?).
    * * *
    Ketika musim hujan telah datang. Banjir pun menjadi langganan. Ketika musim kemarau, panasnya minta ampun.  Benar-benar memprihatinkan. Kenapa itu bisa terjadi?
    Kemarau, orang berlomba-lomba membakar hutan supaya lahan yang nantinya dibuka bisa dijadikan kebun dan ladang di musim penghujan. Kalau musim hujan datang, ya sutralah…
    Kita semua tahu kalau segala bencana yang terjadi memang atas kehendakNya. Takdir katanya. Beugh… Takdir apaan kalau yang membuat takdir juga kita sendiri. Tapi walaupun memang harus seperti itu, bukan berarti membuat kita seenaknya saja memperlakukan alam dan isinya. Kita semua bisa berusaha dan dibekali kekuatan untuk selalu berusaha dan berbuat yang terbaik.
    Ketika musim kemarau yang panjang, sadarkah kita gemericik sungai yang tetap mengalir itu datang dari mana? Air yang masih mengucur dari keran kamar mandi kita datang dari mana? Masih ada udara yang bisa dihirup itu dari mana? Dan ketika musim hujan tiba, kalau terjadi banjir, itu karena apa?
    Kenapa orang senang mengunjungi tempat-tempat yang indah? Dan kenapa orang jarang mengunjungi tempat yang tak indah? Kota dan desa yang kumuh atau banjir misalnya? Mendaki gunung yang gundul kering kerontang? Atau menyusuri sungai yang penuh limbah dan bau? Masih mau nggak kita berwisata melakukan perjalanan-perjalanan ke tempat seperti itu? Masih? Baguslah…
    Seorang kawan pernah berkelakar, kalau saja musim kemarau itu terjadi puluhan tahun, atau musim hujan berlangsung puluhan tahun, masihkah tindakan kita memperlakukan alam seperti sekarang ini? Dan apakah yang akan terjadi? Mungkin saja semua mahluk di bumi ini punah. Dan bumi mengulang siklus kehidupan dari awal lagi.
     Mungkin apa yang dikatakan itu terlalu berlebihan. Tapi kalau dipikir, mungkin nggak itu terjadi? Kemungkinannya ada. Kalau memang harus terjadi, mau ke mana lagi kita lari? Apakah kita semua akan pindah ke Mars?
    Hal-hal seperti ini (kering di musim kemarau dan banjir di musim penghujan), sesungguhnya bukan suatu hal yang baru bagi negeri ini. Hanya saja jika dibandingkan dengan kejadian-kejadian sebelumnya, ada perbedaan frekuensi dan kerusakan yang ditimbulkan (bertambah tentunya).
    Kita semua juga menyadari, jika ditanya kenapa itu terjadi, pasti bisa menjawab karena keseimbangan alam terganggu dan rusak. Dan ketika banjir atau kekeringan tiba, menangislah kita. Bantuan pun mulai berdatangan. Tapi penanganan supaya tak terulang lagi tidak ada. Jika diibaratkan manusia, kita hanya berobat ketika sakit tetapi kesehatan tidak pernah dipelihara dan dijaga.
    Dan semoga saja kita semua sadar, untuk menangani itu semua bukan hanya dengan membantu korban yang terkena banjir atau kekeringan yang hanya sesaat. Yang di kemudian hari jika terjadi banjir dan kekeringan lagi, semua itu akan terulang lagi. Tetapi lebih ke arah menjaga dan memulihkan lingkungan untuk jangka yang lebih panjang.
    Beugh… Kemarin musim kemarau, kebakaran dan kekeringan merajalela. Sekarang, kepala pusing mikirin hujan berhari-hari dan banjir merajalela di musim penghujan.
    * * *
    Akhirnya, banjir yang merusak membuat akhir minggu awal bulan ini memberikan kewajiban yang harus segera diselesaikan. Bersama beberapa tim, aku pun berangkat, dipayungi mendung hitam dengan hujan bergerimis, ditemani angin yang membawa senyum manis dari kejauhan, menuju target sasaran, dan menyusuri kota yang dikepung oleh banjir di mana-mana.

Jakarta, Februari 2007

2 Responses to “Musim Kemarau Kering, Musim Hujan Banjir”

  1. Iman Says:

    Yang bikin pusing, para pejabat itu sudah tahu kalo bajir bakal dateng tiap tahunnya. Bahkan 2002 lalu banjir juga parah seperti ini. Kog ga belaaaaajaaarrr yaaa??


    Iman
    http://mbu.web.id/2007/02/03/jakarta-banjir-basbang/

  2. Isack Fals Says:

    Mestinya kembali lagi ama kita jor, gimana nanggepin tuh masalah. Bukannya banjir udah rutin “bertamu” ke jkt, barengan mikir trus kasi solusi. Pemerintah kadang emang suka aneh sih, mungkin kalo istana negara kerendam semua baru nyadar kali!!!
    Jor, gw percaya banget kalo semua bencana alam itu pasti dateng karena manusianya yang gak akrab lagi ama alam sekitar, alam dikotori, diperkosa!! wajar ala ada yang gak seimbang n muntahin aja keluar jadi banjir…
    anekdot yang gw denger tuh, orang jakarta buang sampah ke sungai, sungai ngirim sampah ke Bogor, WAJAR aja sungai dari bogor bales ngirim banjir ke jakarta!!!
    Sadarlah Jakarta-mu… hehehe…

Leave a Reply